News & Articles

Jagad Satria Dewa, Cinematic Universe Film-film Pahlawan Pewayangan Indonesia

27 February 2019

JAKARTA, KOMPAS.com – Satria Dewa Studio membangun sebuah kreasi IP (intellectual property) atau universe untuk karakter-karakter pewayangan Indonesia.

Namanya adalah Jagad Satria Dewa, yang terdiri dari movie universe, merchandise, mobile game, komik, website, on-ground activation, serial (TV/OTT), dan bahkan theme park.

Untuk cinematic universe-nya, studio tersebut menyiapkan delapan film tentang tokoh pahlawan dari dunia pewayangan Jawa. Film tersebut adalah Gatotkaca, Arjuna, Yudhistira, Bharatayuda, Bima, Nakula Sadewa, Srikandi, dan Kurukshetra. Satria Dewa: Gatotkaca merupakan film pertama yang akan dirilis pada tahun depan dan akan digarap oleh sutradara Charles Gozali. Bagi Charles proyek ini adalah sebuah tantangan besar untuk memberikan kepuasan bagi penikmat film Indonesia.

Satria Dewa Studio Gatot Kaca
Satria Dewa Studio Gatot Kaca

Satria Dewa: Gatotkaca merupakan film pertama yang akan dirilis pada tahun depan dan akan digarap oleh sutradara Charles Gozali. Bagi Charles proyek ini adalah sebuah tantangan besar untuk memberikan kepuasan bagi penikmat film Indonesia.

“Nah, yang kemudian menjadi tantangan adalah tidak mengecewakan penonton, Satria Dewa Films ini datang bahkan tidak hanya satu, tapi delapan franchise film,” ucap Charles dalam jumpa pers peluncuran teaser film Gatotkaca di Djakarta Teather, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019). 

Produser Satria Dewa Studio, Rene Ishak, mengatakan bahwa kedelapan film akan dirilis setiap tahun mulai 2020 hingga 2027.

“Ada delapan movie universe, yang pertama adalah Satria Dewa: Gatotkaca pada 2020, Satria Dewa: Arjuna pada 2021, Satria Dewa: Yudhistira pada 2022,” ucap Ishak.

“Lalu Bharatayuda pada 2023, Bima pada 2024, Nakula Sadewa pada 2025, Srikandi pada 2026, dan Big Battle of Kurukshetra pada 2027,” lanjutnya.

Menurut Charles, kedelapan film sebaiknya digarap oleh sutradara yang berbeda.

“Karena kalau enggak, karakternya Gatotkaca dengan Bima dengan Yudistira dengan Nakula Sadewa kan enggak sama, ada Arjuna yang mungkin lebih playboy,” ucap Charles.

“Yudistira yang pemikir, jadi harus cari sutradara yang berbeda sehingga karakternya masing-masing punya keunikan tersendiri,” imbuhnya.

Kamis (21/2/2019).(KOMPAS.com/IRA GITA)

Sign up for our newsletter

invalid email address